Jumat, 18 Maret 2011

Babi Ngesot-Raditya Dika


Haloooo, ketemu lagi ama gue Radit yang geje. Salam geje! (?).
Hari ini gue mau bahas soal buku yang baru aja gue baca. Gue tau mungkin gue orang yang telat dan kuper banget baru baca nih buku. Aku merasa malu—oke stop langsung ke judulnya aja yaituuu yes! Babi Ngesot: Datang tak diundang, Pulang tak berkutang, bikinannya Bang Raditya Dika.


Oh, bukaan.. gue bukan Radit yang bikin itu buku, kebetulan aja nama kita sama, hahahaha... sayangnya hidup gue nggak seajaib Raditya Dika hohoho *dilemparbantalamaradityadika*.
Hmm, sebenernya gue bukan mau meresensi bukunya dia sih, karena gue nggak bakal bisa meresensi buku dengan baik dan benar, soalnya gue bukan pengikut pelajaran bahasa indonesia yang baik, wehehehe. Tapi gue bakal menyampaikan pendapat gue saja. Dan tenang aja, gue nggak bakal bocorin isi ceritanya apa aja, nggak seru dong kalau kalian tahu sebelum baca.. :P mending langsung baa aja..
Selama baca ini buku, yang tercetus adalah kata-kata: “Orang begoo” “Gilaa” “Stresss”, “Ya ampuun, orang ini..”. hehehe, abisnya emang isinya ajaib banget, khas Raditya Dika, penulisan yang ringan, jujur, dengan unsur komedi yang nggak perlu ditutup-tutupi.. dia menceritakannya benar-benar jujur. Gue ngefans ama pengalaman-pengalaman dia haha. Memang Babi Ngesot sebenernya kumpulan cerita-cerita pendek nyata dari Raditya Dika yang digabung dalam sebuah buku. Jadi satu buku itu ada 17 pengalaman dia.
Nggak Cuma lucu dong pastinya, itu buku menyangkup beberapa pelajaran hidup yang penting banget, sukses bikin saya yang emang lagi bosen dan capek ketawa ngikik sendirian sambil baca tuh buku. Bisa mengembalikan mood gue yang lagi nggak bagus. Hahaha.
Oh, ya... disini juga diselipin beberapa reka adegan (halah) dalam bentuk komiknya.. komikusnya adalah Dio... Dio siapa ya nama panjangnya gue lupa *disembelihDio*. Hehehe, abis beneran lupa :P.
Gue rasa nggak bakalan rugi beli ini buku, pengalaman Raditya Dika emang menarik untuk kita telusuri, nggak ngebosenin dan ajaib. Banget. Haha. Gue sendiri nggak punya bukunya sih, (jiaah) gue pinjem temen hehehe, tapi tidak menutup kemungkinan kalau gue bakal beli buku dia yang lainnya kan? :P.
Wo, sepertinya gue nggak bakal bisa ngomong banyak-banyak hari ini, hehehe.. pesan saya sih, “Bagi yang belom baca dan mau ngilangin stress, wajib bacaa ini buku!! Dijamin makin jadi sarap!” hahahaha Tapi tenang aja, sar
Oke, saya tutup postingan hari ini dengan Al-Faatihah.. audzubillah..................................................(lanjutkan sendiri sampai tuntas).

^^a

^^a

Rabu, 16 Maret 2011

August Rush - Movie


Hey, ketemu lagi sama gue. Radit yang geje (?) salam geje!
Kali ini gue mau menceritakan alur cerita tentang film yang baru saja gue tonton. August Rush. Yeah, film yang yang disutradarai oleh Kirsten Sheridan ini mampu bikin saya tersentuh, hehehe.
Film ini diperankan oleh Freddie Highmore sebagai Evan Taylor / August Rush ,  Keri Russell sebagai Lyla Novacek , Jonathan Rhys Meyers sebagai Louis Connelly , Robin Williams sebagai Maxwell "Wizard" Wallace.
Film yang menceritakan seorang anak (Evan Taylor), salah satu anak yang tinggal di panti asuhan yang meyakini selalu mendengar sebuah ‘musik’ disalam hidupnya, dan dia meyakini bahwa orang tuanya juga mendengar suara itu, maksudnya dia yakin dia akan bertemu orang tuanya bila mengikuti arah nada itu berasal. Memang, Evan Taylor sesungguhnya seorang anak dari pasangan pemusik. Lyla Novacek adalah seorang cellist dan Louis Conelly adalah seorang musisi yang tergabung dalam sebuah band.
Awal pertemuan orang tuanya menurut gue emang ajaib banget, mereka bertemu disuatu atap rumah salah seorang teman, mereka sama-sama mendengarkan suara harmonika yang dimainkan oleh Maxwell “Wizard” Wallace, the stranger one. Dan kemudian jatuh cinta dan yah, seperti khasnya budaya “barat” you know?. Emmh yah sesuatu yang pada akhirnya membuat si cewek berbadan dua.
Tapi keesokan harinya, Lyla harus pergi mengikuti ayahnya dan meninggalkan si Louise jadilah mereka berpisah, dan Lyla harus menjalani masa kehamilannya sendirian. Dan untuk tau lebih lanjut bagaimana akhirnya Lyla berpisah dari Ibunya, silahkan nonton filmnya sendiri.
Sekarang kembali ke Evan.
Evan yang merasa terusik dengan suara-suara itu memutuskan kabur dari panti asuhan, dan menemui salah satu orang yang melayani anak-anak, tapi sebelum mereka bertemu, Evan sudah tergoda dengan berbagai ‘suara’ yang ‘ajaib’ dari keramaian kota (ya, suara klakson mobil, derap kaki, dll). Tapi ia merasa setiap suara itu memiliki irama yang sangat menarik.
Well, Evan tidak pernah belajar musik. Dia dianggap orang aneh sama teman-teman di panti asuhannya, tapi seperti yang kita tahu.. dia lahir dengan alunan ‘musik’ disekitar mereka. Jadi saat ia mulai tersesat dijalan (terlalu asyik dengan suara-suara disekitarnya), akhirnya dia bertemu dengan salah satu pengamen jalanan yang suaranya omaigat, keren mampus!. Evan tertarik pada pengamen itu—dan juga gitarnya—jadi dia mengikuti si pengamen itu.
Pada petualangan selanjutnya kita akan dikejutkan dengan bakat ajaib Evan. Evan yang idak pernah belajar musik, secara iseng bermain-main dengan gitar. Mencoba memetiknya perlahan dan merasakan kesenangan luar biasa, dan detik berikutnya ia tenggelam dengan dunianya sendiri dan bermain dengan gitar dengan cara yang tidak biasa. Membuat kagum sang ‘ketua’ pengamen-pengamen jalan lainnya si Maxwell “Wizard” Wallace, sampai membuat beliau menganak emaskan Evan. Wizard juga yang mengubah nama Evan menjadi August Rush.
Alur selanjutnya, kau akan terkejut sekali lagi dengan ke’antusias’an August pada sebuah piano. (kenapa tiba-tiba ia samapai pada alat musik piano?) well, gue rasa kalian harus lihat filmnya sendiri nggak lucu dong kalau gue ceritain semua. :P. Yak! Dengan piano tadi dia bakal membuat rangakaian melodi yang akan membuat orang disana terkejut heran, dengan si innocent August itu.
Hal itu juga yang membuat August akhirnya disekolahkan di Julliard University. Ia adalah murid termuda dan mungkin murid yang sering tidak memperhatikan sang dosen, ia sering sibuk dengan kertas-kertasnya sendiri. Merangkai melodinya sendiri. Sampai puncaknya dia diberi kehormatan untuk memimpin sebuah konsernya.
Asal kalian tahu, orang tua August—Lyla dan Louise—berhenti bermain musik sejak mereka berpisah. Dan Guess what? Mereka kembali bermain musik sejak sekian lama dan hal itu yang membuat mereka bertiga akan bertemu nantinya u,u. Lyla akan menjadi salah satu pengisi acara sebagai cellist di konsernya August.
Ooh! Tidak akan semudah itu mereka bertemu, masih akan banyak rintangan yang harus dilewati August Rush, untuk menjalankan konsernya, jadi bagi kalian yang mungkin udah kesel ama gue karena cerita gue rada loncat-loncat dan sering nggak selesei pada titiknya, mending nonton sekarang deh! high recomended. Really!. :D
Ceritanya keren banget, gue suka.. walau ini bergenre drama. Banyak lagu-lagu yang enak disini, karena jujur gue suka banget ama karakter suaranya si John Meyers or Jonathan Rhys Meyers itu, suara doi keren parah! :D
Buat yang mau download lagu-lagunya gampang kok, silahkan cari di www.4shared.com dengan keyword “August Rush”.
Ha, sepertinya sampai disini saja cerita saya kali ini, maap kalo nggak sistematis kaya UUD 1945 (?), saya bukan anggota DPR yang lihai membuat undang-undang. Hehehe.
Akhir kata, Jangan lupa nonton filmnya yaa!! Keren bangett! :p
See you again in the next story!




Rabu, 09 Maret 2011

The Beauty in Ugly-Jason Mraz, lyrics


***
she's so big hearted,
but not so remarkable
just an ordinary humble girl
expecting nothing as we're made to think
its a pretty person's world

but you are beautiful and you better go show it
go look again, you gotta be true to your own
if you really wanna go to the top
do you really wanna win?
don't believe in living normal, just to satisfy demand

well if you wanna get free
and if you wanna do the passionate thing
and if you wanna get smart for the sake of your heart
you should own your name and stand up tall
and get real and see the beauty in ugly

well you are fresh, you're face is fabulous
don't forget you're one of a kind
when nobody is checking the deeds you've done
and nobody is hearing your cries
you make all of the fashion statements
just by dressing up your mind

well if you wanna get free
and if you wanna do the passionate thing
and if you wanna get smart for the sake of your heart
you should own your name and stand up tall
and get real and see the beauty in ugly
and see the beauty in ug
l
y

well if you wanna get free
and if you wanna do the passionate thing
and if you wanna get smart for the sake of your heart and oh
you should own your name and stand up tall
and get real and see the beauty in ugly
see the beauty in a ug
ly
***
Hello! ^^
Ane baru aja tau lagunya Jason Mraz yang asik lagi, nih! kayaknya ane telat yak, taunya? -_-, soalnya ane baru tahu waktu kebetulan liat iklan salah satu serial hollywood  yang judulnya 'Ugly Betty' :D. kalo serial sendirinya sih, saya nggak pernah mengikuti hehehe tapi gue suka ama soundtracknya ini.. asik banget musiknya :D
Apalagi artinya juga bagus. kalau gue nggak salah mengerti sih, tentang seorang cewek yang mungkin tidak cantik secara penampilan fisik, tapi memiliki kecantikan yang lebih penting, yaitu kecantikan hati. aka. rendah hati.
bener nggak? :p
yang mau download just click here!
Okeh sekian dari saya..
see ya again in the next post!

Sabtu, 05 Maret 2011

Television in my room \m/

Well, halo sobat! (sksd banget gue?)
Hehe, hari ini saya bakal menulis dengan sesuatu yang benar-benar tidak penting sebenarnya. Tapi mungkin kalian ingin menyampaikan pendapat kalian juga disini?, monggo J  karena saya juga akan menyampaikan pendapat saya.
Ini  tentang sebuah Televisi (TV) yang ada dikamar saya. Hmm, mungkin ada yang memiliki nasib yang sama seperti saya?. Yeah, saya rasa keberadaan benda itu memiliki 2 sisi. Sisi positif dan negatif. Negatifnya sih nggak parah. Nggak fatal. Nggak merugikan. Cuma sedikit disesalkan.. -_-.
Contoh sisi positifnya.
Televisi di kamar saya bakal bermanfaat banget kalau penyakit insomnia saya kambuh. Yeah karena dengan begitu saya akan menyalakannya, mencoba menonton acara-acara TV yang menurut saya tidak menarik pada jam-jam itu. Biasanya bakal berita, fil barat, atau lain sebagainya. Efeknya saya bakal cepat ngantuk, dan tertidur dengan sendirinya. Thanks.
Contoh sisi negatifnya.
Dengan fungsi yang sama tetapi terjadi bukan disaat yang tepat.
Kalau kebetulan waktu itu ada acara televisi yang bagus banget, dan ditayangkan dimalam hari. Dan saya sedang tidak mengalami masa insomnia. Maka saya akan cepat terlelap sebelum acara itu sampai dipenghujung acara T.T. karena faktanya, saya agak mudah terlena dengan aroma bantal, bikin ngantuk.. apalagi kalau uklan sedang berjalan -_-.
Jadi begitulah, TV dikamar saya yang hebat itu. Bisa menidurkan saya.
Thanks.
Well, bagaimana dengan televisi dikamarmu? :D